tex amnesty

Pengertian Tax Amnesty

Atas program Tax Amnesty ini pemerintah telah mengesahkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengampunan Pajak. Pengertian Tax Amnesty atau pengampunan pajak berdasarkan undang-undang tersebut adalah sebagai berikut:

Seputar Tax Amnesty 2016, Pengertian Maksud dan Tujuan serta Keuntungan Mengikuti Tax Amnesty
tex amnesty

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa bagi Wajib Pajak yang mengikuti Tax Amnesty maka kepadanya mendapatkan keuntungan diantaranya adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan.

Misalnya Wajib Pajak A tidak pernah melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) baik Masa maupun Tahunan dari tahun 2011 sampai dengan 2015. Apabila Wajib Pajak A tersebut mengikuti Tax Amnesty maka pajak yang seharusnya terutang dan sanksi/denda yang seharusnya dibayar menjadi hilang atau dihapus dengan cara mengungkapkan seluruh hartanya dan membayar uang tebusan.

Maksud dari uang tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan pengampunan pajak. Nantinya uang tebusan ini secara resmi masuk ke kas negara dan dapat digunakan untuk membiayai pembangunan.

Maksud dan Tujuan Tax Amnesty

Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang No 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak bahwa pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami perlambatan yang berdampak pada turunnya penerimaan pajak dan juga telah mengurangi ketersediaan likuiditas dalam negeri yang sangat diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, banyak Harta warga negara Indonesia yang ditempatkan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dalam bentuk likuid maupun nonlikuid, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menambah likuiditas dalam negeri yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun tidak semua harta tersebut telah dilaporkan di dalam SPT Tahunan oleh pemiliknya, bahkan mungkin banyak yang belum terungkap. Apabila harta yang belum diungkapkan tersebut pada akhirnya di laporkan dalam SPT Tahunan atau terungkap oleh Direktorat Jenderal Pajak maka berdasarkan ketentuan perpajakan secara umum atas harta tersebut dapat dikenai PPh atau PPN kurang bayar atau dapat ditagih kembali pajak-pajaknya. Atas konsekuensi adanya pajak yang masih haus dibayar inilah yang menjadikan mereka tidak mau mengungkapkan hartanya yang ada di luar negeri dengan sukarela.

Untuk menjembatani antara kepentingan pemerintah dengan pemilik harta yang ada di luar negeri agar mau mengungkapkan hartanya atau menarik hartanya ke dalam negeri, maka diterbitkan peraturan tentang pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Dengan begitu terdapat “win-win solutioin” antara negara dengan pemilik harta di luar negeri yang mana negara akan diuntungkan dengan adanya dan yang masuk dari uang tebusan maupun dana repatriasi (dana yang ditarik untuk diinvestasikan di dalam negeri) serta membantu pertumbuhan ekonomi karena dari dana yang diinvestasikan di Indonesia juga nantinya akan dipungut pajak yang berlaku, sedangkan pemilik harta mendapat keuntungan yang sama besarnya dari sisi besarnya uang tebusan yang lebih kecil dibanding pajak yang seharusnya terutang apabila dihitung dengan ketentuan perpajakan secara umum.

Namun demikian Tax Amnesty ini ditujukan tidak hanya kepada Warga Negara Indonesia yang memiliki harta atau aset di luar negeri saja. Bagi Wajib Pajak dalam negeri juga boleh untuk mengikuti program Tax Amnesty ini apabila masih ada harta atau aset yang belum di laporkan dalam SPT Tahunannya sehingga tetap terdapat unsur keadilan.

Oleh karena itu tujuan dari Tax Amnesty berdasarkan Undang-undang nomor 11 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

  1. mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi;
  2. mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan
  3. meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.
Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty tetap berpegang teguh berdasarkan asas:
  1. kepastian hukum, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak harus dapat mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.
  2. keadilan, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak menjunjung tinggi keseimbangan hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat.
  3. kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan Pengampunan Pajak bermanfaat bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam memajukan kesejahteraan umum.
  4. kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

Manfaat atau Keuntungan Mengikuti Tax Amnesty (Pengampunan Pajak)

Manfaat atau keuntungan yang diperoleh oleh Wajib Pajak yang mengikuti Tax Amnesty adalah:
  • penghapusan pajak terutang yang belum diterbitkan ketetapan pajak, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan, dan tidak dikenai sanksi pidana di bidang perpajakan, untuk kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak, sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.
  • penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga, atau denda, untuk kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak, sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.
  • tidak dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, atas kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak, sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.
  • penghentian pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan atas kewajiban perpajakan, sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.
Dengan demikian banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh apabila mengikuti program Tax amnesty ini. Semoga artikel ini berkenan di hati anda semua, apabila terdapat hal yang kurang pas silakan dikirimkan tanggapannya di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Kiat agar husnul khatimah saat wafat

Setiap kita berharap dianugerahi husnul khatimah…
Ajal menjemput tatkala sedang beribadah…

Tatkala bertaubat kepada Allah…

Sedang ingat kepada Allah…
Namun betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khatimah, tetapi ternyata kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya su-ul khatimah, yaitu maut menjemputnya tatkala sedang bermaksiat…
Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul khatimah, sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah…!

Hari-harinya tanpa menjaga pendengarannya…!

Pandangannya ia umbar…!

Hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati…! Lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…!
*Wahai Saudaraku…*
Sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani…
Seseorang yang selamat di alam akhirat adalah yang selamat di alam kubur…
Seseorang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya…
Barangsiapa yang sibuk dengan beribadah, bertaubat, berdzikir dan mencintai Allah Ta’ala ketika ia hidup, maka ia akan disibukkan dengan itu ketika ruhnya akan keluar menuju Allah…
Oleh karena itu, kesabaran seorang hamba selama hidupnya dalam menjalankan ketaatan, ujian, dan menjauhi maksiat jelas akan berpengaruh saat menghadapi beratnya sakaratul maut…
Sebaliknya, seseorang yang disibukkan kepada selain Allah ketika ia masih hidup, maka ia akan sangat sulit untuk mengingat Allah ketika datangnya sakaratul maut, kecuali dengan rahmat Allah Ta’ala…
Tidaklah seseorang yang merasa aman akan tercabutnya keimanan pada saat kematian kecuali iman itu pun akan tercabut…!
Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menangis ketika akan wafat, lalu dikatakan kepadanya : “Wahai Abu Abdillah, apakah engkau menangis karena merasa banyak dosa ?” Dia berkata :  “Tidak, tapi aku takut jika imanku tercabut sebelum kematianku”.
Orang-orang shalih tidak akan pernah merasa aman dari rasa takut kepada su’ul khatimah dan mata mereka pun senantiasa tenggelam dalam tangisan…
*Adapun kiat agar insya Allah dapat wafat dalam keadaan husnul khatimah antara lain :*
*(1). Benarnya aqidah dan ibadah, yaitu istiqamah di atas keikhlasan (tidak berbuat syirik) dan mengikuti syariat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan dan contohkan (lihat QS. Fussilat [41]: 30)*
*(2). Selalu bertaubat dari dosa-dosa dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan.*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR. Muslim no.2878)
Berkata Al-Munaawi :
أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ
“Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh al-Jaami’ ash-Shagiir II/859)
Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata :
“Penyebab su’ul khatimah adalah kemaksiatan batin (tersembunyi) yang dilakukan hamba, yang tidak terlihat oleh manusia. Sesungguhnya ini adalah kerugian yang terbesar dan malapetaka yang paling dahsyat”
*(3). Selalu berbaik sangka kepada Allah Ta’ala.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak akan terkumpul 2 rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada saat seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah akan memberi apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383, hadits dari Anas).
*(4). Selalu memperbanyak amal-amal shalih* seperti shadaqah, puasa, berdiam di masjid setelah shalat untuk menunggu shalat berikutnya, melangkahkan kaki menuju shalat berjamaah, menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang tidak disukai (karena sangat dingin) dll.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ان الصدقة لتطفئ غضبَ الربِّ وتَدفَعُ مِيتَةَ السوء
“Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khatimah)” (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, lihat ash-Shahiihah no.1908)
صنائِعُ المعروف تَقِي مَصارِعَ السوء و الآفات و الهَلَكات…
“Berbagai perbuatan baik akan menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk, bencana dan kehancuran…” (HR. Al-Hakim, hadits dari Anas, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 3795)
“Malam ini Rabbku mendatangiku, lalu ia menyebutkan hadits sampai ia berkata, Dia berfirman kepadaku : “Ya Muhammad, tahukah engkau dalam urusan apakah para Malaikat di langit berselisih ?” Aku menjawab : “Ya, dalam urusan derajat dan kafarat, melangkahkan kaki menuju shalat jamaah, menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin, menunggu shalat sesudah shalat. Barangsiapa menjaganya maka ia hidup dalam kebaikan dan *MATI dalam KEBAIKAN* dan dosa-dosanya (bersih) sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya” (HR. At-Tirmidzi, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.302, hadits dari Ibnu Abbas).
*(5). Memperbanyak dalam mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.*
*(6). Berdoa agar tidak dikuasai oleh syaithan ketika menjelang ajal.*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a :
اللهم اِنّي اَعُوْذُ بِكَ اَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَان عِنْدَ المَوْت
“……..Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithan pada saat akan meninggal dunia……” (HR. An-Nasaa’i dan al-Hakim, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no.1282, hadits dari Abi Yasar).
*(7). Sering-sering berdo’a agar mendapatkan husnul khatimah (lihat QS. 3:8, 12:101 dll)*
*(8). Berdo’a sebelum tidur seperti yang pernah Rasulullah ajarkan.*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila engkau akan berangkat tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat lalu berbaringlah disisi kananmu, kemudian bacalah :
اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ

إِلَيْكَ.وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ،  رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
“Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena harap dan takut pada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus”. *Jika malam itu engkau mati maka engkau mati diatas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir….”* (HR. Bukhari dan Muslim, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 603, hadits dari al-Barra’ bin ‘Azib).
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
[TC : najmiumar]
Repost : 

🌎 bbgal-ilmu.com | *Menebar Cahaya Sunnah*
🌴🌴🌴